Total Tayangan Laman

Minggu, 23 Januari 2011

PELUANG AGRIBISNIS DI PERDESAAN TAHUN 2011

Kementerian Pertanian menawarkan cara baru untuk menarik investor dan petani agar mau terlibat dalam pengembangan industri agribisnis di perdesaan. Sebuah harapan di tahun 2011?
 Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (Dirjen P2HP) Prof. Zaenal Bachruddin mengatakan cara baru yang ditawarkan Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut adalah sistem two in one, yakni insentif regulasi dan insentif teknologi dengan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Zaenal menyebut cara baru menarik investasi industri agribisnis di pedesaan pola two in one ini sebagai harapan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian Indonesia di tahun 2011.
Yang ia maksud sebagai dua insentif dalam pola ini, pertama adalah insentif teknologi dan kedua insentif modal kerja. Kedua insentif ini dipaketkan jadi satu. Hanya yang menjadi tugas Kementan adalah mengadakan insentif teknologinya. "Yang akan kita angkat adalah insentif teknologinya, termasuk pendampingan dari perguruan tinggi, pembiayaannya diambil dari dana kita (APBN-red) untuk pengadaan alat dan mesinnya," tutur Zaenal Bachruddin.
Sementara itu, untuk modal kerja industri agribisnis di pedesaan Zaenal menginginkan bisa diperoleh dari lembaga-lembaga yang bcrkewenangan meminjamkan dana, baik kredit program yang dibuat Kementan seperti Kredit Ketahanan Pangan dan Encrgi (KKP-E) maupun Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), maupun pinjaman modal dari
lembaga penjamin dana bergulir di Kementerian Koperasi. "Ini harapan di tahun 2011," tutur Dirjen P2HP kepada Sinar Tani.
Untuk insentif teknologi itu di Ditjen P2HP telah disediakan dana APBN 2011. "Sudah ada yang merespon, ada Rp 80 milyar yang sudah kita salurkan," tambahnya.
Petani yang bisa mendapatkan dana ini adalah petani yang sudah memiliki kelembagaan dan berbadan hukum, bisa gabungan kelompok tani (gapoktan) atau koperasi. Harapannya, insentif teknologi yang diterima gapoktan atau koperasi bisa menjadi saham untuk bermitra dengan investor. "Bersama investor sebagai avalis (penjamin), gapoktan itu kami harapkan bisa mendapatkan pinjaman modal dari lembaga pembiyaan," jelasya.
Melalui sistem two in one ini di tahun 2011, Ditjen P2HP akan banyak mengutuhkan pengembangan Unit Pengolahan Hasil (UPH) bidang petcrnakan, tanaman pangan, perkebunan dan lainnya
Pasar Agribisnis Modern
Bekcrjasama dengan J1CA, Ditjen P2HP tengah menyusun studi kelayakan untuk pengembangan Terminal Agribisnis dan Sub Terminal Agribisnis (STA). Yang sudah siap untuk dilakukan studi kelayakannya lanjut Zaenal Bachrudin adalah TerminalAgribisnis di Lampung. Pengembangan STA ini dilakukan agar ada nilai tambah buat petani meskipun dia menjual produk segar. "Yang ideal adalah kalau STA ini sudah berjalan sebagai tempat transaksi para petani," tambahnya. Yang akan dikembangkan antara lain adalah sistem transaksinya yang berkeadilan, saat ini masih yang sangat tradisional. Misalnya dengan hanya melempar benda. "Ini kan tidak memberikan transaksi yang mcmang didasarkan pada harga dan mutu," tambahnya.
STA di Lampung menjadi prioritas karena Lampung sangat strategis menjadi penghubung Sumetara dan Jawa. Selain itu, ada tiga STA yang akan juga dikembangkan yakni STA di Simalungun Sumut, di Malang Jawa Timur dan Malino Sulsel. "STA-STA itu kita kaji untuk kembangkan lebih baik," tuturnya.
Soal produk yang ada di STA, lanjut Zaenal saat ini sudah ada kerjasama dengan Singapura, sehingga produknya bisa diekspor ke Singapura. "Tidak menu tup kemungkinan produk segar ini bisa kita ekspor ke negara yang tertarik pada buah tropik. Jepang sangat berharap sekali bisa menikmati mangga kita," tuturnya lagi.

sumber : dispertajabar

Senin, 06 Desember 2010

LAPORAN PELAKSANAAN SARESEHAN DESEMBER 2010

I. PENDAHULUAN


Latar Belakang

Kelembagaan tani wilayah Kecamatan Tirtajaya keberadaannya belum menunjukan gambaran yang memuaskan boleh dikatakan diam ditempat. Oleh karena itu, melalui penyelenggaraan mimber KTNA Tingkat Kecamatan menggugah dan menggiatkan kembali kesadaran lembaga tani yang ada ditingkat desa yaitu Kelompok Tani, Gapoktan, dan KTNA Desa dengan mitra kerja penyuluhan di lapangan melalui kunjungan lapangan yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

Melalui porum mimbar sarasehan ini lembaga tani ditingkat desa maupun tingkat kecamatan dengan segala program dari Pemerintah sehingga terjadi keterpaduan antara lembaga tani dan program pemangku kebijakan dapat berjalan.

Terlaksana program kegiatan lembaga tani dilapangan dengan baik perlu adanya pengawasan/pembinaan yang dilakukan oleh petugas lapangan, BP3K dan Dinas Intansi yang terkait agar lembaga tani mampu dan mandiri.



Maksud dan Tujuan

- Melaksanakan koordinasi dan informasi secara periodik sesama Lembaga Tani ditingkat Desa dan Kecamatan.

- Mendata kembali kepengurusan baru secara aktif dan berkelanjutan di masing-masing Desa.

- Dapat dirasakan lembaga tani oleh anggotanya di masing-masing kelompok tani

- Mendukung/membantu dalam program empat sukses pembangunan pertanian.



Waktu dan Tempat

Waktu pelaksanaan kegiatan mimbar sarasehan kontak tani Tingkat Kecamatan pada 01 Desember 2010 bertempat di Aula Kantor BP3K Kecamatan Tirtajaya, daftar hadir terlampir.




II. PELAKSANAAN MIMBAR SARASEHAN


Panitia Penyelenggara

- Ketua : Dana Setiawan, AMd

- Sekretaris : Dias Sunandar, AMd

- Anggota : Encum Nurhidayat

- Arip Kurnia

Idi Junaidi, SP



Nara Sumber

1. H. Endang Anggota KTNA Kecamatan Tirtajaya

2. H. Dullah Anggota KTNA Kecamatan Tirtajaya



Peserta

Kelompok Tani, Gapoktan Sewilayah Kecamatan Tirtajaya.



Materi

a. Empat Sukses Pembangunan Pertanian

b. Sosilisasi tentang BP4K dan BP4K

c. Program Kerja KTNA Tingkat Kecamatan

d. Program LAKU dengan KTNA

e. Pengembangan Kelembagaan Kelompok Tani



Sumber Dana

Biaya yang digunakan dari APBD TK II Kabupaten Karawang melalui Pengguna Anggaran Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2010.



Pelaksanaan Sarasehan

Kegiatan pelaksanaan sarasehan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 1 Desember 2010.


III. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Rumusan Sarasehan :

1. Mengaktifkan kembali kelembagaan mulai dari kepengurusan tertib administrasi untuk kelancaran lembaga tani di masing-masing Desa.

2. Program kerja kegiatan lembaga tani dibuat setiap musim tanam di masing-masing kelompok dalam wilayah Desa Sekecamatan Tirtajaya.

3. Melaksanakan koordinasi dan informasi secara priodik

4. Mendukung dan membantu kebijakan program Pembangunan Pertanian.

5. Sarana dan Prasarana Kantor BP3K perlu dilengkapi dengan melaksanakan percontohan di lahan BP3K yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani dan Gapoktan Sewilayah Tirtajaya.

6. Untuk merubah kegiatan petani dari Monokultur menjadi Polikultur.

7. Melaksanakan kegiatan JALINAN TALI KASIH dengan cara perlombaan antar kelompok yang hadiahnya dari iuran kelompok tetapi sistem arisan setiap musim sebesar Rp. 100.000,- perkelompok.



IV. PENUTUP

Acara Sarasehan ini kami Laksanakan atas dasar Perlunya Sosialisasi dan Koordinasi anatar Kelompok Tani dan Gapoktan, KTNA sewilayah Kecamatan Tirtajaya terhadap perkembangan Informasi Teknologi maupun informasi lainnya dalam bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Ucapan Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah turut serta membantu dalam mensukseskan acara sarasehan ini.

Demikian Laporan Pelaksanaan Mimbar Sarasehan Kontak Tani Sewilayah Kecamatan Tirtajaya untuk dapat digunakan bagi yang berkepentingan.





Tirtajaya, 1 Desember 2010

Kepala BP3K

Kecamatan Tirtajaya





DANA SETIAWAN, AMd.

NIP. 19540825 197803 1 005

Jumat, 03 Desember 2010

SARASEHAN DI KECAMATAN TIRTAJAYA

Karawang,Tirtajaya. -Dengan bertemakan “Peguatan Kapasitas penyuluh di Kecamatan Tirtajaya”, Rabu (01/12) bertempat di gedung kantor Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) kecamatan Tirtajaya, menggelar mimbar sarasehan Kelompok Kontak Tani Nelayan (KTNA) sebagai bentuk kerjasama konkrit dalam peningkatan fungsi koordinasi lintas sektoral baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten untuk menyikapi berbagai permasalahan pembangunan di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan. Dalam laporannya, Ketua Panitia Dana Setawan. Amd (kepala BP3K Tirtajaya) menyampaikan tujuan kegiatan ini yaitu untuk menumbuhkembangkan kerjasama antar dan inter petani-nelayan, petani nelayan dengan pihak lain, forum konsultasi dan dialog antar Kelompok KTNA dengan pemerintah yang menghasilkan kesepakatan-kesepakatan. Membangun watak petani nelayan yang beretos kerja tinggi, berdisiplin, produktif, berkualitas, hemat dan mandiri, yang lebih menitik beratkan pada pola piker Agribisnis serta beperilaku mulia dalam kehidupan.


Pada kesemapatan itu juga Ka.UPTD Perikanan dan Perternakan Kecamatan Tirtajaya Admin Slamat. SPT, memberikan arahan tentang manfaat “Output lain yang ingin dicapai adalah adanya dukungan komitmen dari pihak terkait, baik dari pemerintah maupun dari swasta, dukungan yang lebih dari upaya penguatan kelembagaan petani serta stimulasi pendanaan, sehingga provitas yang dihasilkan meningkat secara signifikan serta adanya jaminan harga komoditi yang pada akhirnya kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha berangsur-angsur dapat ditinggalkan, dan adanya perubahan pola piker petani dan nelayan lebih kreatif, serta bisa jeli terhadap marketpasar.” Tegasnya.

Camat Tirtajaya dalam sambutannya menyampaikan beberapa harapan diantaranya para penyuluh dan aparat pertanian agar senantiasa terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta profesionalisme sebagai modal pelaksana pendamping kepada kepada petani-nelayan, menjadikan KTNA sebagai wadah komunikasi serta tempat menyalurkan aspirasi petani-nelayan sehingga berbagai permasalahan dihadapi oleh petani-nelayan dapat dipecahkan, menjadikan kegiatan mimbar sarasehan sebagai ajang penyampaian aspirasi para petani-nelayan serta upaya pemecahannya, serta diharapkan supaya pemangku kepentingan diminta peran serta untuk bersama-sama mendukung pemkab Mitra untuk melaksanakan pembangunan yang mengoptimalkan sumberdaya dan wawasan lingkungan.

Peserta kegiatan ini adalah pengurus KTNA Kecamatan Tirtajya, Pengurus Kelompok Tani dan Nelayan se-Tirtajaya,Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Ka.UPTD Periakanan dan Kelautan, Sekcam Tirtajaya, H.Abdullah.SH.Msi (yang juga sekaligus salah seorang Muspika yang aktif dan mencintai dunia pertanian ini.Red) menjadi narasumber dalam sarasehan ini, diungkapkannya bahwa 3 poin yang paling penting yang harus diperhatikan dalam peningkatan mutu pertanian adalah infrastruktur, motivasi dan upaya. Bila infrastruktur memadai, akfifitas petani juga lancar.

“Pemberdayaan SDM petani juga harus kita tingkatkan, jangan ada imej bahwa petani hanya bisa membawa cangkul,mengolah p[adi disawah saja akan tetapi petani juga harus respon terhadap Iptek pertanian yang dewasa ini gencar sekali di sosialisasikan oleh PPL seperti, cara tanam SRI (system Rice Intenfication), jajar logowo 2,3 dan 4, semua itu tentunya di harapkan bisa mendongkrak petani dalam hal pendapatan.” Tegas H.Endang salah seorang Narasumber dan sekaligus Ketua Keompoktani di Desa Kutamakmur. Harapan kami semoga dengan adanya acara Sarasehan ini bisa menjadi ajang tukar pendapat baik, ilmu pengetahuan, serta mempererat silaturahmi sesame petani,PPL,Muspika, Perusahaan swasta dan instansi terkait lainnya. Pungkasnya.(E.N)

Senin, 02 Agustus 2010

GAUNG SL-PTT DI BPP TIRTAJAYA

Kembali BPP Tirtajaya mengadakan gebragan kegiatan yg patut diacungi jempol, hasil rapat musyawarah antar Penyuluh, Koordinator, POPT serta UPTD Kecamatan Tirtajaya yang di laksanakan setiap hari selasa, membuat program pertemuan Praktek lapangan yang di pusatkan di kantor BPP yang baru selesai dibangun.
intensitas kegiatan sering di lakukan setelah adanya PERDA Kabupaten Karawang No : 3 Tentang pembentukan kelembagaan lainnya.
Dalam Bab III Perda tersebut, DPRD serta Bupati Karawang telah mensyahkan tertanggal 11 Juni 2010, namun meskipun struktur organisasi-nya masih dalam taraf rekrutmen atau penataan namun antusiasme serta sinergisitas PPL sudah terlihat semangat, hal ini dibuktikan PELITA ON-LINE yang sering memantau semua kegiatan yang dilakukan Penyuluh Pertanian.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Perwakilan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan DISTANHUT Kabupaten Karawang Surana Baktinurdin yang memaparkan kebijakan Dinas Pertanian Karawang dengan progran Panca Yaksa-nya, dianataranya Penyediaan infrastruktur, Revitalisasi Penyuluh pertanian yang harus mencapai 1 Desa 1 Penyuluh , memperbaiki pembiayaan pertanian, pemasaran hasil panen serta penyediaan alat paska panen serta kebutuhan petani lainya.

"Semua rangkaian acara insya-Allah akan kami gelar secara periodik selama 8 kali pertemuan di BPP dan 8 kali pertemuan lagi di masing-masing kelompok yang mendapatkan bantuan SL-PTT." ungkap Koordinator penyuluh Pertanian tirtajaya Iyun Rahayu.SP di tengah-tengah kesibukannya kepada PELITA ON-LINE.

Adapun bantuan yang dikucurkan Pihak Pemerintah baik Pusat maupun daerah yang telah dan akan diserap petani di Kecamatan tirtajaya masing-masing yaitu
1. 4 (empat) Gapoktan yang mendapatkan Program PUAP tahun 2008
2. 2 (dua) Desa yang mendapat FEATI tahun 2008
3. 20 Kelompoktani di 11 Desa yang mendapatkan SL-PTT tahun 2010
4. 4 Gapoktan yang akan mendapatkan PUAP tahun 2010
5. 2 Desa yang akan mendapatkan pompanisasi
6. 2 Desa yang mendapatkan program JITUT

" saya sangat bangga atas kekompakan para Penyuluh Lapangan di Kecamatan Tirtajaya ini, semoga kegiatan ini terus berkelanjutan." tukas Ka.UPTD tirtajaya Seni Purwadi.SP dalam sambutan pembukaannya.

Luas areal Pertanian di Kecamatan Tirtajaya yaitu 5.686 Ha, dengan jumlah Desa 11 serta 11 Gapoktan, pada musim tanam Gadu 2010 areal tanaman padi hanya 50 ha yang terkena hama wereng, dan 10 Ha BLB, dan Alhamdulillah semua telah kami atasi bersama-sama." ujar Encep Suryana, Petugas POPT yang terlihat sangat rajin mendatangi setiap kelompoktani di wilayah kerjanya.

Di wilayah timur karawang baru-baru ini serangan wereng coklat serta penggerek batang padi sudah meresahkan sebagian petani, ekses semua itu disebabkan salah satunya yaitu terlalu lamanya petani menanam varietas Ciherang, sehingga hama serta penyakit padi pada pertanaman sangat sulit untuk di cegah dan diputus siklus hidupnya.//Encum nurhidayat

Rabu, 21 Juli 2010

Pemanfaatan Limbah Padi sebagai Sumber Energi Alternatif


Limbah padi berupa jerami dan sekam mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai bahan baku penghasil energi yakni etanol atau bahan bakar alternatif lainnya.
“Jerami dan sekam tersedia dalam jumlah yang cukup besar di Indonesia dan terkadang tidak dimanfaatkan dengan baik alias terbuang percuma padahal potensinya cukup besar dijadikan sebagai penghasil energi,” kata Ridwan Rachmat, Kepala Peneliti Pengolahan Hasil Pertanian, Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Pasca Panen, Kementerian Pertanian, Cimanggu, Bogor.
Ridwan mengatakan menurut hasil riset, lanjutan proses enzimasi (pembentukan enzim) jerami mampu menghasilkan etanol. Produksi etanol melalui perubahan enzim ini menghasilkan produk sampingan bernama lignin atau campuran polimer yang ditemukan secara alami pada kayu yang membentuk serat bersama.
Lignin yang dihasilkan dari limbah ini sekaligus dapat menjadi bahan bakar, seperti halnya batu bara untuk membangkitkan mesin pembuat etanol. “Pembuatan etanol berbahan baku jerami dapat memotong pasokan BBM secara signifikan. Limbah tersebut sekaligus berperan sebagai bahan bakar mesin namun masih sulit dipasarkan dalam skala luas,” ujar Ridwan.
Etanol dapat diproduksi antara lain dengan metode penguraian bahan organik melalui pemanasan (pirolisis), metode konversi secara termo-kimia bahan biomas padat menjadi bahan gas (gasifikasi), dan pencairan.
Metode pencairan secara termokimia dalam sejenis tabung pemanas (tube furnance) sampai suhu 280ยบ C dan tekanan 6,42 Mpa. Produk cair dipisahkan dari padatannya, lalu diekstraksi dengan larutan n-heksana.
Kemudian didestilasi untuk mendapatkan etanol. Dekomposisi jerami dalam air panas bertekanan dengan katalis natrium karbonat mampu menghasilkan produk berupa etanol, arang, dan gas-gas yang berupa senyawa hidrokarbon golongan alkana dan asam karboksilat dengan rantai karbon C-19 ke bawah. Produk terbanyak adalah senyawa n-oktadekana sebanyak 61,6% dengan rendeman maksimum 29,8%.
Ridwan mengatakan jerami yang diproses melalui ekstraksi dan proses gasifikasi “sistem tertutup” menghasilkan etanol ini telah dikembangkan di Amerika Serikat karena memiliki keunggulan yaitu proses ini tanpa emisi atau limbah pada air.
Di Amerika Serikat terdapat 61 pabrik etanol dengan produksi 2,3 miliar galon etanol per tahun. Negara bagian California merupakan pasar terbesar etanol. Bahan bakar bensin lebih banyak dicampur dengan etanol karena terkait dengan peraturan dengan peraturan polusi dan oksigenisasi udara.
“Di California saja setiap tahun dikonsumsi 760 juta gallon. Saat ini terdapat beberapa pabrik etanol besar di negara bagian California Selatan, yaitu cheese plant dan beverage plant,” katanya.

TERPOPULER

SITUS RESMI FK-THL KARAWANG

BLOG TAUTAN